Corruptionnews.my.id | Cipocok Jaya – Dalam rangka meningkatkan wawasan mengenai dunia Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 50 melaksanakan kunjungan edukatif ke UMKM Tempe Super yang berlokasi di Kelurahan Cipocok Jaya, Sumur Putat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memahami secara langsung proses produksi sekaligus mengidentifikasi potensi pengembangan usaha yang dapat mendukung kemajuan UMKM lokal.
Selama kunjungan, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai seluruh tahapan produksi tempe, mulai dari pemilihan kedelai sebagai bahan baku, proses perendaman, perebusan, fermentasi, hingga pengemasan sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Selain mengamati proses produksi, mahasiswa juga berdiskusi dengan pemilik dan para pekerja mengenai pengelolaan usaha, strategi pemasaran, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan kualitas produk dan memenuhi permintaan pasar.
Salah seorang pegawai UMKM Tempe Super menjelaskan bahwa kapasitas produksi disesuaikan dengan jumlah permintaan yang diterima. Dalam kondisi normal, UMKM tersebut mampu memproduksi sekitar 50 hingga 70 kilogram tempe setiap hari. Namun, ketika menerima pesanan dalam jumlah besar, seperti untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kapasitas produksi meningkat secara signifikan hingga mencapai 200 sampai 300 kilogram per hari.
“Pada hari biasa kami memproduksi sekitar 50 sampai 70 kilogram tempe per hari. Namun, ketika ada pesanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), produksi dapat meningkat menjadi sekitar 200 hingga 300 kilogram per hari,” ujar salah seorang pegawai UMKM Tempe Super.
Informasi tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai pentingnya manajemen produksi yang baik dalam menjaga kualitas sekaligus memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Mahasiswa juga memperoleh pemahaman bahwa kesiapan tenaga kerja, ketersediaan bahan baku, dan pengelolaan waktu produksi menjadi faktor utama dalam mendukung peningkatan kapasitas usaha.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Kelompok 50 memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik kewirausahaan serta pentingnya inovasi dan strategi pengembangan usaha bagi keberlangsungan UMKM.
Kunjungan ini juga menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memberikan ide dan rekomendasi yang dapat membantu UMKM dalam meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta memperkuat daya saing di tengah perkembangan industri pangan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara mahasiswa KKM Kelompok 50 dengan pelaku UMKM di Kelurahan Cipocok Jaya. Diharapkan kolaborasi ini dapat mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat serta mendorong tumbuhnya UMKM yang lebih maju, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.
Mahasiswa KKM Kelompok 50 berharap kunjungan ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi akademik, tetapi juga menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat melalui dukungan terhadap pengembangan UMKM lokal agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
*Dank Dilan*
Editor : Jaharudin






